Selasa, 25 November 2014
rencana tuhan
Rencana tuhan
Maha besar Allah...
Tuhan selalu punya rencana indah, tentunya lebih indah dari rencana kita...
Tuhan telah mengenalkan laki laki itu yang kini telah menjadi masalaluku, aku bahagia pada saat itu, dia mencintaiku dengan segenap adanya aku lalu kita berjalan beriringan untuk sama sama mengenal-Nya, aku selalu berharap dia yang terakhir untukku tapi ternyata tuhan belum menginzinkan..
Aku menangis, aku menolak aku marah dengan keadaan pada saat itu tapi perlahan aku sadar ketika tuhan mengambil apapun yang ada dalam genggamanku itu tandanya tuhan akan menggantikan dengan lebih baik...
Bibirku kembali tersenyum, tapi hatiku??
Hatiku?? Lagi lagi soal hati..
Hatiku masih sakit, trauma mungkin?
Hari hari ku serasa putih lalu abu abu dan kadang hitam, gelap..
Astagfirullah, ucap hatiku..
Dalam lamunan panjangku kini aku tersadar,
Aku harus hidup, aku punya tuhan dialah segalanya bagiku...
Aku percaya kesedihan itu datangnya 1 paket, dimana ada kesedihan disitu juga di temukan kebahagiaan.
Tuhan kembali menghadirkan tokoh baru dalam skenario-Nya, tanpa sengaja aku mengenal sosok baru.
Dia mampu menghadirkan warna warna baru, tak lagi putih abu atau hitam, sampai akhirnya aku sadar ternyata masih banyak warna cantik dalam duniaku seperti halnya mendung lalu hujan, dalam hujan apa terus diam??
Yaa itu pilihan.........
Dulu aku memilih untuk diam dalam hujan karena aku takut aku takut untuk berlari. Tapi setelah aku mengenalnya aku sadar jika aku harus lari lari dan lari untuk mengejar pelangi, karena aku berhak untuk menikmati indahnya warna pelangi..
Sungguh tak pernah terlintas dalam benakku jika aku akan di pisahkan lagi dengan dia sosok baru itu.
Lagi lagi aku percaya ini rencana tuhan sebuah skenario yang telah tuhan tata sedemikian indah, tapi perpisahan kali ini sebenarnya hanya sebuah jarak yang mungkin susah untuk di lewati dengan jalan setapak...
Ahhh aku tak peduli dengan jarak..
Aku berharap dia tetap menjadi dia yang selama ini ada di balik cerita ceritaku, dia pendukungku, dia penguatku, dia yang saat ini menempati tempat istimewa dalam hatiku, dan akuu???
Aku tak peduli aku di tempatkan di sudut mana dalam hatinya, aku hanya ingin seperti rumah dimana tempat dia pulang, dia berteduh dan dia melepas lelah sehingga dia menemukan titik kenyamanan dalam rumah itu,.
Yaa aku ingin ada disetiap detik menit jam dan harinya, terlalu berlebihan mungkin?
Tapi aku berjanji tak akan meninggalkannya seperti laut yang tak pernah meninggalkan pantai, seperti bulan yang tak pernah meninggalkan bumi begitu juga bintang yang tak pernah meninggalkan langit..
Tapi semua itu hanya harap dan citaku saja, aku kembalikan rencanaku pada-Nya karena sebaik baiknya rencana hanya renca-Nya yang tebaik..
Aku bahagia telah mengenal dia, dan bersyukur karena tuhan telah memberikan obat untukku menjadi hidup kembali, kembali menjadi wanita yang penuh dengan harapan..
Meskipun saat ini aku tak tau mesti sedih atau senang tapi ini adalah citanya dan aku harus turut bahagia untuknya..
Terus semangat di tanah rantauanmu, untuk masa depanmu, keluargamu dan orang yang mencintaimu J
Minggu, 23 November 2014
sajadah cinta
Sajadah cinta
berbicara tentang cinta..
cinta?
terucap subhanallah dalam hatiku, aku terpesona dalam perjalanan yang tergerak menuju cita dan cintaMU..
aku yakin akan surga.
Memembuat aku untuk selalu menggetarkan bibir ini untuk berdzikir dan menebar senyum penuh kedamaian.
aku utarakan bahasa yang lembut dan kubukahati ini untuk mengadu kepadaMu..
Tentang dia...
Sosok laki laki yang belum lama aku kenal yang sebentar lagi akan meninggalkan kota ini..
Terbisik harapan pada mu ya Rabb
“Izinkan hamba menggelar sajadah bersamanya, membangun surga diatas keridhoanMu”
Tapi apa dia menginginkan hal yang sama seperti ku?
Ahh entahlah,,
Lagi lagi aku terjebak pada situasi ini, situasi yang membuatku takut..
Aku takut dia tak mempunyai harapan yang sama..
Lagi lagi aku takut?!
Bukan takut karena jarak yang terlalu jauh tapi takut akan hatinya menjauh, takut akan dia pergi dari kehidupanku..
Ah entahlah..
Aku pasrahkan hati dan cinta ini kepadaMu, karena semua ini milikMu..
Dan Karena itu aku percaya engkau lah yang lebih tau yang terbaik untuk hatiku dan hatinya..
Kamis, 20 November 2014
ibu
Ibu
Pelupuk
mataku sudah tak bisa membendung lagi, tak terasa ada sungai kecil yang
mengalir dari pipiku ketika aku harus menceritakan sosokmu ibu..
Sungguh
aku tak tau harus memulai dari mana, rangkaian aksara dan untaian kata indah
pun tak bisa melukiskan sosokmu, karena engkau begitu indah dan sempurna
dimataku.
Engkau
adalah cahayaku, dan alasan aku tetap hidup, engkau adalah sumber kebahagiaanku
bu, ngkau adalah sosok malaikat yang menjelma menjadi manusia..
Oh
ibu, sungguh sedetikpun aku tak bisa jauh darimu,..
tangan
halusmu, pelukan hangatmu, dan kecupan tulusmu membuat hatiku semakin damai..
air
matamu adalah sebuah bencana untukku, sungguh aku tak ingin ada setetes embun
yang keluar dari pelupuk matamu kecuali embun kebahagiaan..
bu,
ijinkan aku selallu memeluk erat hatimu, biarkan aku ikut merasakan ketika
hatimu terasa sakit..
bu,
ijinkan aku untuk selalu melukiskan senyum sampai akhir hayatku..
ibu,,
aku masih membutuhkanmu bahkan selalu membuntuhkan mu untuk bisa menjadi
sepertimu,dan semua nasihatmu membuat jiwaku begitu tenang..
karena
enkau adalah wanita surga :*
love
you bu..
oktober dan kamu :)
Okober dan Kamu
Kamu, laki laki yang baru ku kenal, di bulan oktober ini, aku mengenalmu dengan sapaan yang tak asing ”selamat ulang tahun” dari kata itu aku mengenalmu..
Seperti kata itu, kamupun sebenarnya bukan orang asing bagiku, tapi mungkin pada momen ulang tahunmu kita baru di ijinkan tuhan untuk saling mengenal.
Sebulan yang lalu?? Ahhh, aku tak peduli sudah berapa lama kita saling mengenal..
Yang lebih penting bagiku bagaimana caranya menghadirkan kanyamanan dalam perkenalan awal kita, dan kamu telah menghadirkan itu dan membuatku nyaman saat aku berbincang bincang kecil denganmu.
Tapi rasa takut itu (lagi),
harusnya ketakutan dan segala bentuk kecemasan ini di hilangkan saja agar tak harus hadir dan membayangi di setiap waktuku.
Kenangan masalalu itu?
membuat aku takut untuk kembali mengenal seseorang, karena perpisahan membuatku merasa benar benar jatuh dan enggan untuk bangkit.
Ada apa dengan hatiku, aku begitu takut perpisahan ini terjadi pada kita, karena awal pertemanan kita cukup baik bagiku, kamu bisa merubah dan menciptakan rasa untuk hatiku yang entah beberapa bulan yang lalu terasa hambar, pesan singkatmu yang sering mengundang senyum dalam bibirku, dan sikap dewasamu telah menciptakan kedamaian dalah hatiku. ahh kamu, aku ingin kamu menjadi tempat aku berlabuh..
Namun sayang, hanya dengan hitungan hari lagi kamu akan melangkah jauh dari kota ini, dan aku tak tau apa yang nanti akan terjadi. Apa mungkin dalam waktu sesingkat itu bisa menciptakan rasa? Sebuah Harap dan cita? Bahkan mengahdirkan Mimpi yang sama......?
Ahh etahlah itu hanya sebuah angan kecilku yang saat ini menjadi pusat ketakutan dan kecemasanku saja.
Tapi aku ikut bahagia karena itu mimpimu, sebuah mimpi yang telah kamu bangun sebelum kamu mengenalku, aku hanya berharap jarak dan waktu tidak akan jadi penghalang untuk kita membuat cerita, entah cerita seperti apa yang nanti kita ciptakan.
Terimakasih untuk kamu teman baruku, terimakasih dengan segenap rasa yang telah kamu hadirkan J
Langganan:
Postingan (Atom)