Selasa, 09 Desember 2014
pelukan tuhan
Pelukan tuhan
Di sepertiga malam, sudah menjadi kebiasaan bahkan kewajibanku
untuk beranjak dari tidur lelapku..
Seperti biasa aku terbangun seperti ada yang membangunkan bukan
dari alrm hp’ku tapi karena cinta,
Cinta?? Yaa cinta pada Rabb’ku Allah SWT...
Seperti pada umumnya yang namanya cinta pasti selalu ingin berkomunikasi,
ingin bertemu setiap waktu sama seperti cinta yang aku miliki..
Aku selalu ingin bertemu dengan-Nya di setiap waktu tentunya, aku
tak peduli dengan kondisiku sungguh aku tak peduli meski setiap malam waktu
tidurku hanya 2-4 jam dan itu pun terpotong potong,
aahhhh aku tak peduli sama sekali karena ketika Allah telah
melekatkan cinta-Nya tak ada kata cape letih atau semacamnya, aku menikmati
hari hariku ketika aku bersama-Nya..
Aku tepat berada di tempat favorit’ku, ya itu sajadah biru’ku
hehe
Tempat ini mempunyai makna yang begitu dalam untukku, setelah
sholat..
perlahan aku buka kitab
suci Al qur’an, subhanaallah sedikitpun aku tak pernah bosan untuk membacanya
berulang ulang.
Tentu ada 1 surah yang paling aku suka bisa di bilang favorit
hehe
tak pernah ketinggalan
aku selalu membaca surah ini setiap hari setelah surah yang lain aku baca..
sama halnya kalau sudah suka,sayang, cinta susah buat
ninggalin,, iya kan?? Aku juga sama ke surah yang satu ini hehehe
“Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdziban” kalimat ini ciri khas
surah Ar-Rahman sampai 31 kali berulang..
yang artinya (maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu
dustakan?)
Astagfirullah aku seperti terkena tamparan hebat sangat hebat
sampai hatiku?
Hatiku? Sungguh sakit...
Dosa dosaku seperti tertulis jelas di depan mata, ya Allah dosa
dosaku? Aku malu aku merasa menjadi manusia yang??? Ahhh susah untuk di
ungkapkan...
Aku kurang bersyukur, aku masih sering mengeluh sedangkan Allah?
Allah selalu ada untukku, Dia selalu memeluk erat hatiku Dia
selalu menjagaku..
Sedangkan aku? Aku masih sering lalai pada perintahnya, sungguh
aku bukan siapa siapa di depan-Nya, tak terasa air sungai begitu deras mengalir
dari pelupuk mataku..
Malam itu Dia begitu dekat, aku tak bisa mengendalikan diriku
aku takut jika suatu saat keinginanku tak tercapai karena dosaku, aku takut..
Dan pertanyaan pun muncul dari hatiku,
Aku terbuat dari tanah tapi apa tanah akan menerimaku kembali??
Subhanaallah aku semakin lemah,
ragaku tak berdaya? Ruhku seolah olah terbang dia melihat ragaku lemah
di atas sajadah’ku..
Bibirku terus bergetar untuk berdzikir,terus berdzikir dan
setelah itu aku merasakan sebuah kenyamanan suasana yang begitu nyaman,
bibirku perlahan tersenyum, hatiku?? hatiku Begitu damai..
suasana yang seperti ini yang membuat aku rindu di setiap
malamku, pelukan-Nya yang menghapus semua penyakit dalam hatiku..
Allahu akbar..
rencana tuhan
Rencana tuhan
Maha besar Allah...
Tuhan selalu punya rencana indah, tentunya lebih indah dari rencana kita...
Tuhan telah mengenalkan laki laki itu yang kini telah menjadi masalaluku, aku bahagia pada saat itu, dia mencintaiku dengan segenap adanya aku lalu kita berjalan beriringan untuk sama sama mengenal-Nya, aku selalu berharap dia yang terakhir untukku tapi ternyata tuhan belum menginzinkan..
Aku menangis, aku menolak aku marah dengan keadaan pada saat itu. tapi perlahan aku sadar ketika tuhan mengambil apapun yang ada dalam genggamanku itu tandanya tuhan akan menggantikan dengan lebih baik...
Bibirku kembali tersenyum, tapi hatiku??
Hatiku?? Lagi lagi soal hati..
Hatiku masih sakit, trauma mungkin?
Hari hari ku serasa putih lalu abu abu dan kadang hitam, gelap..
Astagfirullah, ucap hatiku..
Dalam lamunan panjangku kini aku tersadar,
Aku harus hidup, aku punya tuhan dialah segalanya bagiku...
Aku percaya kesedihan itu datangnya 1 paket, dimana ada kesedihan disitu juga di temukan kebahagiaan.
Tuhan kembali menghadirkan tokoh baru dalam skenario-Nya, tanpa sengaja aku mengenal sosok baru.
Dia mampu menghadirkan warna warna baru, tak lagi putih abu atau hitam, sampai akhirnya aku sadar ternyata masih banyak warna cantik dalam duniaku seperti halnya mendung lalu hujan, dalam hujan apa terus diam??
Yaa itu pilihan.........
Dulu aku memilih untuk diam dalam hujan karena aku takut aku takut untuk berlari. Tapi setelah aku mengenalnya aku sadar jika aku harus lari lari dan lari untuk mengejar pelangi, karena aku berhak untuk menikmati indahnya warna pelangi..
Sungguh tak pernah terlintas dalam benakku jika aku akan di pisahkan lagi dengan dia sosok baru itu.
Lagi lagi aku percaya ini rencana tuhan sebuah skenario yang telah tuhan tata sedemikian indah, tapi perpisahan kali ini sebenarnya hanya sebuah jarak yang mungkin susah untuk di lewati dengan jalan setapak...
Ahhh aku tak peduli dengan jarak..
Aku berharap dia tetap menjadi dia yang selama ini ada di balik cerita ceritaku, dia pendukungku, dia penguatku, dia yang saat ini menempati tempat istimewa dalam hatiku, dan akuu???
Aku tak peduli aku di tempatkan di sudut mana dalam hatinya, aku hanya ingin seperti rumah dimana tempat dia pulang, dia berteduh dan dia melepas lelah sehingga dia menemukan titik kenyamanan dalam rumah itu,.
Yaa aku ingin ada disetiap detik menit jam dan harinya, terlalu berlebihan mungkin?
Tapi aku berjanji tak akan meninggalkannya seperti laut yang tak pernah meninggalkan pantai, seperti bulan yang tak pernah meninggalkan bumi begitu juga bintang yang tak pernah meninggalkan langit..
Tapi semua itu hanya harap dan citaku saja, aku kembalikan rencanaku pada-Nya karena sebaik baiknya rencana hanya renca-Nya yang tebaik..
Aku bahagia telah mengenal dia, dan bersyukur karena tuhan telah memberikan obat untukku menjadi hidup kembali, kembali menjadi wanita yang penuh dengan harapan..
Meskipun saat ini aku tak tau mesti sedih atau senang tapi ini adalah citanya dan aku harus turut bahagia untuknya..
Terus semangat di tanah rantauanmu, untuk masa depan dan keluargamu kelak
Langganan:
Postingan (Atom)