Pelukan tuhan
Di sepertiga malam, sudah menjadi kebiasaan bahkan kewajibanku
untuk beranjak dari tidur lelapku..
Seperti biasa aku terbangun seperti ada yang membangunkan bukan
dari alrm hp’ku tapi karena cinta,
Cinta?? Yaa cinta pada Rabb’ku Allah SWT...
Seperti pada umumnya yang namanya cinta pasti selalu ingin berkomunikasi,
ingin bertemu setiap waktu sama seperti cinta yang aku miliki..
Aku selalu ingin bertemu dengan-Nya di setiap waktu tentunya, aku
tak peduli dengan kondisiku sungguh aku tak peduli meski setiap malam waktu
tidurku hanya 2-4 jam dan itu pun terpotong potong,
aahhhh aku tak peduli sama sekali karena ketika Allah telah
melekatkan cinta-Nya tak ada kata cape letih atau semacamnya, aku menikmati
hari hariku ketika aku bersama-Nya..
Aku tepat berada di tempat favorit’ku, ya itu sajadah biru’ku
hehe
Tempat ini mempunyai makna yang begitu dalam untukku, setelah
sholat..
perlahan aku buka kitab
suci Al qur’an, subhanaallah sedikitpun aku tak pernah bosan untuk membacanya
berulang ulang.
Tentu ada 1 surah yang paling aku suka bisa di bilang favorit
hehe
tak pernah ketinggalan
aku selalu membaca surah ini setiap hari setelah surah yang lain aku baca..
sama halnya kalau sudah suka,sayang, cinta susah buat
ninggalin,, iya kan?? Aku juga sama ke surah yang satu ini hehehe
“Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdziban” kalimat ini ciri khas
surah Ar-Rahman sampai 31 kali berulang..
yang artinya (maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu
dustakan?)
Astagfirullah aku seperti terkena tamparan hebat sangat hebat
sampai hatiku?
Hatiku? Sungguh sakit...
Dosa dosaku seperti tertulis jelas di depan mata, ya Allah dosa
dosaku? Aku malu aku merasa menjadi manusia yang??? Ahhh susah untuk di
ungkapkan...
Aku kurang bersyukur, aku masih sering mengeluh sedangkan Allah?
Allah selalu ada untukku, Dia selalu memeluk erat hatiku Dia
selalu menjagaku..
Sedangkan aku? Aku masih sering lalai pada perintahnya, sungguh
aku bukan siapa siapa di depan-Nya, tak terasa air sungai begitu deras mengalir
dari pelupuk mataku..
Malam itu Dia begitu dekat, aku tak bisa mengendalikan diriku
aku takut jika suatu saat keinginanku tak tercapai karena dosaku, aku takut..
Dan pertanyaan pun muncul dari hatiku,
Aku terbuat dari tanah tapi apa tanah akan menerimaku kembali??
Subhanaallah aku semakin lemah,
ragaku tak berdaya? Ruhku seolah olah terbang dia melihat ragaku lemah
di atas sajadah’ku..
Bibirku terus bergetar untuk berdzikir,terus berdzikir dan
setelah itu aku merasakan sebuah kenyamanan suasana yang begitu nyaman,
bibirku perlahan tersenyum, hatiku?? hatiku Begitu damai..
suasana yang seperti ini yang membuat aku rindu di setiap
malamku, pelukan-Nya yang menghapus semua penyakit dalam hatiku..
Allahu akbar..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar