Minggu, 04 Desember 2016

UNTUK KALIAN SAHABAT



Sahabat, berawal dari sebuah perkenalan kecil, yang hanya sepatah atau dua patah kata yang terucap, hingga kini menjadi belasan bahkan ratusan kalimat ketika bercakap.
Sahabat, apa pernah terpintas dalam benak kalian wahai sahabatku  ketika beberapa nama menyatu dan menjadi satu kata yaitu “kita”..
Aku rasa tidak, sama sekali tidak..
Tapi ternyata kini tuhan telah menempatkan kalian dalam duniaku. Bersama kalian aku melewati masa masa indah ini, bersama kalian juga aku mampu melewati masa tersulitku.
Wahai sahabatku, tak terasa waktu begitu cepat melumat habis perjalanan kita, perjalanan yang penuh dengan warna. Sungguh aku tak ingin tau sudah berapa lama kita bersama karena inginku kalian selamanya ada dalam duniaku. Aku begitu takut ketika waktu itu akan tiba, waktu dimana nanti kita terpisah karena jarak, waktu dimana aku harus berdiri sendiri saat masa masa sulit kembali menyapa’ku, dimana nanti tak ada lagi canda kalian yang mampu mengundang tawa dan menciptakan semngat baru, tak ada lagi pembelaan kalian ketika aku disudutkan.
Sahabatku, dengan rangkaian aksara dan untaian kata indah pun tak pernah mampu melukiskan peran kalian dalam duniaku  karena kalian begitu berarti dan nyata dalam perjalanan hidupku. Bersama kalian aku mampu melukis langit dengan impian tentang kita. Dan kethauilah wahai sahabatku ketika nanti waktu itu telah tiba jarak bukan alasan untuk berhenti menyayangi kalian, karena sejatinya ketulusan kasih sayang akan mampu memeluk erat hati dan akan selamanya hidup dalam hati terutama pada hati yang selalu hidup dengan cintta-Nya, ya DIA sang pemilik cinta yang abadi yang telah menyatukan kita dalam skenario indah-Nya :*


 

Minggu, 17 Mei 2015

menata hati


MENATA HATI


Aku dan kamu..
Kita memang telah mengenal,
Ada sapaan kecil,
Dan kadang sepintas ada candaan yang mampu mengundang tawa..
Tapi tidak untuk berbicara tentang rasa,
Karena kamu bukan untuk saat ini,
Biarkan semua tertanam dalam diam dan heningku.
Dan untuk rindu,,,,
 akan aku sampaikan kepadaNya “DIA” sang pemilik cinta yang abadi,
biarkan ini hanya menjadi rahasia hati,
 yang kelak akan menjadi indah atas kuasa dan ridhoNya..
sehingga mampu membangun istana ditempatNya (syurga)

Selasa, 09 Desember 2014

kenapa mesti takut?

Kenapa mesti takut?

 

Memang kita manusia yang punya hati dan juga perasaan,

Yang tak akan pernah bisa lari dari rasa suka, duka tentunya cinta.

Semuanya anugrah dari sang pencipta yang maha pengasih dan maha penyayang.

Tidak salah untuk menyatakan semua yang kita rasakan karena apa yang kita rasakan tak akan pernah menipu sang pemiliknya.

Lalu...

Perasaan duka?

Rasa duka dan sedih sebenarnya membuat kita bisa jauh lebih dekat dengan sang pencipta, namun kadang kita menangisi meratap ketika ujian datang menghampiri.

Ada juga manusia yang ketika Allah mendatangkan rasa sayang dan cinta dia terlupa, dia bertindak melebihi aturan sang pemilik CINTA ABADI.

Harusnya kita senantiasa untuk selalu mengingatkan diri kita bahwa apa yang sedang kita alami ini adalah kehendak dan urusan dari Allah Taala.

Ingat jangan melaawaan takdir loh ya?? :D

Lantas, kenapa mesti takut dengan rasa cinta yang tak terbalas?

Harusnya kita menghormati setiap pendirian dan keputusan manusia dalam menerima cinta.

berpijaklah pada kenyataan walau pahit untuk menerimanya.

Cinta tak mesti dimiliki. Terkadang, dengan melihat orang lain bahagia dengan cintanya kita harus bersyukur..

Lalu, kenapa masih takut?

Kita hanya manusia biasa, lakukan lah yang terbaik untuk orang yang kita cintai tanpa mengharapkan balasannya, karena cinta adalah fitrah yang datangnya dari Allah dan biarkan Allah yang mengatur alurnya

Bersyukurlah, jangan takut...

Mengenali dan menerima kehadiran orang yang baru dalam kehidupan adalah hadiah dari yang Maha Esa buat peneman perjalanan. Sungguh besar nikmat Allah untuk semua insan. Kehadiran orang baru yang baik dan beriman akan menghiasi kehidupan dan memberikan makna yang cukup besar.

Saling melengkapi akan kekurangan yang ada, dan melalui detik detik kehidupan bersama. sesungguhnya nikmat itu menundukan rasa sebagai hamba yang penuh dengan kekurangan. Kedatangan insan baik ini sebagai pemanis di samping peringatan jika hidup di dunia perlu saling melengkapi.

Dan sekarang tak ada alasan untuk takut kan..???

 

pelukan tuhan


Pelukan tuhan


Di sepertiga malam, sudah menjadi kebiasaan bahkan kewajibanku untuk beranjak dari tidur lelapku..
Seperti biasa aku terbangun seperti ada yang membangunkan bukan dari alrm hp’ku tapi karena cinta,
Cinta?? Yaa cinta pada Rabb’ku Allah SWT...
Seperti pada umumnya yang namanya cinta pasti selalu ingin berkomunikasi, ingin bertemu setiap waktu sama seperti cinta yang aku miliki..
Aku selalu ingin bertemu dengan-Nya di setiap waktu tentunya, aku tak peduli dengan kondisiku sungguh aku tak peduli meski setiap malam waktu tidurku hanya 2-4 jam dan itu pun terpotong potong,
aahhhh aku tak peduli sama sekali karena ketika Allah telah melekatkan cinta-Nya tak ada kata cape letih atau semacamnya, aku menikmati hari hariku ketika aku bersama-Nya..
Aku tepat berada di tempat favorit’ku, ya itu sajadah biru’ku hehe
Tempat ini mempunyai makna yang begitu dalam untukku, setelah sholat..
 perlahan aku buka kitab suci Al qur’an, subhanaallah sedikitpun aku tak pernah bosan untuk membacanya berulang ulang.
Tentu ada 1 surah yang paling aku suka bisa di bilang favorit hehe
 tak pernah ketinggalan aku selalu membaca surah ini setiap hari setelah surah yang lain aku baca..
sama halnya kalau sudah suka,sayang, cinta susah buat ninggalin,, iya kan?? Aku juga sama ke surah yang satu ini hehehe
“Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdziban” kalimat ini ciri khas surah Ar-Rahman sampai 31 kali berulang..
yang artinya (maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)
Astagfirullah aku seperti terkena tamparan hebat sangat hebat sampai hatiku?
Hatiku? Sungguh sakit...
Dosa dosaku seperti tertulis jelas di depan mata, ya Allah dosa dosaku? Aku malu aku merasa menjadi manusia yang??? Ahhh susah untuk di ungkapkan...
Aku kurang bersyukur, aku masih sering mengeluh sedangkan Allah?
Allah selalu ada untukku, Dia selalu memeluk erat hatiku Dia selalu menjagaku..
Sedangkan aku? Aku masih sering lalai pada perintahnya, sungguh aku bukan siapa siapa di depan-Nya, tak terasa air sungai begitu deras mengalir dari pelupuk mataku..
Malam itu Dia begitu dekat, aku tak bisa mengendalikan diriku aku takut jika suatu saat keinginanku tak tercapai karena dosaku, aku takut..
Dan pertanyaan pun muncul dari hatiku,
Aku terbuat dari tanah tapi apa tanah akan menerimaku kembali??
Subhanaallah aku semakin lemah,  ragaku tak berdaya? Ruhku seolah olah terbang dia melihat ragaku lemah di atas sajadah’ku..
Bibirku terus bergetar untuk berdzikir,terus berdzikir dan setelah itu aku merasakan sebuah kenyamanan suasana yang begitu nyaman,
bibirku perlahan tersenyum, hatiku?? hatiku Begitu damai..
suasana yang seperti ini yang membuat aku rindu di setiap malamku, pelukan-Nya yang menghapus semua penyakit dalam hatiku..
Allahu akbar..

rencana tuhan

Rencana tuhan

 

Maha besar Allah...

Tuhan selalu punya rencana indah, tentunya lebih indah dari rencana kita...

Tuhan telah mengenalkan laki laki itu yang kini telah menjadi masalaluku, aku bahagia pada saat itu, dia mencintaiku dengan segenap adanya aku lalu kita berjalan beriringan untuk sama sama mengenal-Nya, aku selalu berharap dia yang terakhir untukku tapi ternyata tuhan belum menginzinkan..

Aku menangis, aku menolak aku marah dengan keadaan pada saat itu. tapi perlahan aku sadar ketika tuhan mengambil apapun yang ada dalam genggamanku itu tandanya tuhan akan menggantikan dengan lebih baik...

Bibirku kembali tersenyum, tapi hatiku??

Hatiku?? Lagi lagi soal hati..

Hatiku masih sakit, trauma mungkin?

Hari hari ku serasa putih lalu abu abu dan kadang hitam, gelap..

Astagfirullah, ucap hatiku..

Dalam lamunan panjangku kini aku tersadar,

Aku harus hidup, aku punya tuhan dialah segalanya bagiku...

Aku percaya kesedihan itu datangnya 1 paket, dimana ada kesedihan disitu juga di temukan kebahagiaan.

Tuhan kembali menghadirkan tokoh baru dalam skenario-Nya, tanpa sengaja aku mengenal sosok baru.

Dia mampu menghadirkan warna warna baru, tak lagi putih abu atau hitam, sampai akhirnya aku sadar ternyata masih banyak warna cantik dalam duniaku seperti halnya mendung lalu hujan, dalam hujan apa terus diam??

Yaa itu pilihan.........

Dulu aku memilih untuk diam dalam hujan karena aku takut aku takut untuk berlari. Tapi setelah aku mengenalnya aku sadar jika aku harus lari lari dan lari untuk mengejar pelangi, karena aku berhak untuk menikmati indahnya warna pelangi..

Sungguh tak pernah terlintas dalam benakku jika aku akan di pisahkan lagi dengan dia sosok baru itu.

Lagi lagi aku percaya ini rencana tuhan sebuah skenario yang telah tuhan tata sedemikian indah, tapi perpisahan kali ini sebenarnya hanya sebuah jarak yang mungkin susah untuk di lewati dengan jalan setapak...

Ahhh aku tak peduli dengan jarak..

Aku berharap dia tetap menjadi dia yang selama ini ada di balik cerita ceritaku, dia pendukungku, dia penguatku, dia yang saat ini menempati tempat istimewa dalam hatiku, dan akuu???

Aku tak peduli aku di tempatkan di sudut mana dalam hatinya, aku hanya ingin seperti rumah dimana tempat dia pulang, dia berteduh dan dia melepas lelah sehingga dia menemukan titik kenyamanan dalam rumah itu,.

Yaa aku ingin ada disetiap detik menit jam dan harinya, terlalu berlebihan mungkin?

Tapi aku berjanji tak akan meninggalkannya seperti laut yang tak pernah meninggalkan pantai, seperti bulan yang tak pernah meninggalkan bumi begitu juga bintang yang tak pernah meninggalkan langit..

Tapi semua itu hanya harap dan citaku saja, aku kembalikan rencanaku pada-Nya karena sebaik baiknya rencana hanya renca-Nya yang tebaik..

Aku bahagia telah mengenal dia, dan bersyukur karena tuhan telah memberikan obat untukku menjadi hidup kembali, kembali menjadi wanita yang penuh dengan harapan..

Meskipun saat ini aku tak tau mesti sedih atau senang tapi ini adalah citanya dan aku harus turut bahagia untuknya..

Terus semangat di tanah rantauanmu, untuk masa depan dan  keluargamu  kelak