Sabtu, 08 November 2014

sahabat jiwaku


Maaf ”sahabat jiwaku”


Beberapa minggu terakhir ragaku seolah olah beku tanpa rasa, sunyi sepi entahlah ada apa dengan raga ini..
disepertiga malam biasanya aku tak kenal lelah untuk bertemu dengan rabb’ku. bercerita, mengadu dalam keheninganku. Aku berada  di tempat yang begitu nyaman ya..itu sajadahku, tampat itu dimana hatiku menjadi damai seperti tersiram embun di pagi hari, butiran tasbih yang ada dalam genggamanku sebagai saksi ketika aku berinteraksi denganNya, gelapnya malam tak pernah membuatku takut karena aku tak pernah sendiri. Athifah dia tak pernah bosan menemaniku semenjak aku mash dalam rahim ibuku hingga saat ini, dia yang selalu mengenalkanku dan mendekatkanku denganNYA. Aku memang belum bisa berkomunikasi dengannya karena masih ada pembatas antara kita, tapi aku bisa berinteraksi dengan tatapannya, dia sahabat jiwaku senyumannya membuat aku yakin jika ia masih nyaman untuk tetap tinggal dalam jiwaaku. Yaaa.. tapi beberapa waktu ini dia berbeda, dia diam hanya gambaran kematian yang ada dalam bayanganku..
aku takut, semakin takut ...
aku sendiri, yaa.. ragaku memang tidak sendiri tapi hatiku??
Adapa denganku, aku bertanya tanya..
“kenapa aku? ”
Rutinitasku dalam witir tidak pernah aku lewatkan karena aku menjadikan kematian adalah temanku yang kapanpun bisa berkujung datang, tapi rutinitasku di sepertiga malam itu terhenti dalam beberapa waktu belakangan ini, setiap aku bangun aku marah, kecewa karena alrm yang ada di handphone ku juga tidak bisa membuatku bangun.
“ada apa ini? Aku kenapa?” aku marah tapi  bingung harus marah dengan siapa terlebih lebih dalam bulan ini sudah 2 kali aku lalai sholat fardu, tuhan betapa aku seperti manusia yang tidak berguna.
Aku bangun dari tempat tidurku pada waktu itu aku bergegas untuk melakukan rutinitasku dalam ibadah, duha dan sunah" lainnya sudah menjadi kebiasaanku bahkan sudah menjadi wajib untukku. Aahhhhh tapi tetap itu belum bisa mengobati hati yang beku ini.
Aku diam, merenung tentang perbuatanku..
Athifah seolah menjauh, tak pernah aku lihat senyumnya lagi..
“tuhan kemana dia?” Aku bertanya tanya dalam hatiku,
“kemana sahabat jiwaku?”
“apa dia marah?”
Wajahnya masih tampak murung, mungkin dia kecewa dengan perilaku  aku akhir akhir ini..
“apa yang harus aku lakukan, agar dia bersahabat lagi dengan jiwaku?” aku selalu bertanya tanya dalam hatiku..
“tolong jangan tinggalkan aku!, aka sangat membutuhkanmu athifah untuk lebih mengenalNYAa bukankah kamu sudah berjanji akan mengenalkanku dengan dengan sosok bidadari berwajah manusia siti fatimah az zahra” ucapku dengan lirih
“dia masih diam, tapi perlahan mulai mengangkat pandangannya”
Aku belum bisa berbicara dengannya tapi aku tau rupanya dia memberiku kesempatan untuk kembali menjadi sahabat jiwanya yg nyaman.
“jangan pergi dariku wahai sahabat jiwaku, karena aku tak mampu melihatmu terseret seret di akhirat karena perbuatanku didunia”
Dia tersenyum, dan sekarng dia kembali dan seperti biasa dia selalu mengingatkanku, membangunkanku di setiiap waktu ibadahku , khususnya di sepertiga malamku
Terimakasih Allah, ngkau telah menempatkan sahabat jiwaku yang selalu bersahabat denganku, dengan tujuan yang sama ingin bertemu denganMU, nabi’ku dalam keaadaan yang baik. Aamiin

cerita kita (DULU)



Kamu tau berapa lama kita dulu berpisah?
Lama bukan...
Tapi tanpa kita rencanakan kita bersatu, dan itu adalah rencana tuhan, perjalanan yang sudah tuhan rencanakan bahkan alurnya pun begitu rapih..
Tuhan telah mengenalkan orang orang sebelum kamu yang mungkin sempat singgah dalam kehidupan aku, mungkin kamu pun demikian..
Entahlah berapa banyak orang yg pernah singgah dalam kehidupan aku dan kamu sebelum menjadi KITA.....
Keraguan kerap kali muncul, ketika beberapa orang menceritakan seperrti apa kamu, bagaimana kamu, bahkan masalalu kamu mungkin kamu pun demikian pernah ragu tentang aku..
Yaa,,, itu manusiawi
Tapi perlahan aku tepis semua itu, karena hati telah bicara, yaa.. aku memilihmu BUKAN karena siapa kamu, bagaimana kamu dan masalalu kamu aku bisa terima itu karena hati telah memilihmu dengan apa adanya kamu dan aku berharap kamupun demikian..
Dan akhirnya kita di pisahkan lagi, dan itu pun salah satu skenario yang telah tuhan persiapkan untuk kita,,
Tuhan menginginkan kita untuk menyimpan cinta itu sampai waktunya nanti agar jauh lebih indah dan mendekati sempurna J
Tuhan selalu punya rencana indah untuk hambanya, termasuk untuk kita..
Saat ini mungkin kita kembali menjadi aku dan kamu, tapi tak apa karena diantara aku dan kamu ada cinta yang  telah tuhan jaga..
Aku masih bertahan dengan kesendirian ku dan itu semua karena aku mencintai tuhanku, semoga kamupun demikian...
Dan aku tak akan mencari sosok pengganti kamu, karena suatu saat tuhan sendiri yang akan mengembalikan kamu dan menjadi KITA atau mungkin ada sosok lain yg telah tuhan persiapkan untuk aku dan kamu..
Semoga dengan kesendirian kita ini, bisa menjadikan kita manusia yang jauh lebih baik, dan lebih dicintai tuhan..
Berdoa dan bersujudlah dikala merindu biarkan tuhan yang menyampaikannya, akupun sama demikian yang selalu berdoa dikala merindu.
Jaga selalu hatimu karena ada hatiku telah aku titipkan dalam hatimu, akupun demikian yang selalu menjaga hatiku karena ada hatimu disini :)

Mencintai karenia Allah



Mencintai karenia Allah




Ketika cinta datang, pada dua hati yang suci

Dua hati yang selalu mengatasnamakan namaMU

Allah...

KaruniaMU sungguh indah

Ketika  dua hati bersatu atas izinmu

Sungguh indah...

Ketulusan doa ketika saling merindu

Bersabar disetiap ujian cinta

sajadah menjadi saksi ketika ada air sungai mengalir dari pelupuk mata

dan sebuah sujud malam untuk mencapai harapan kehalalan nanti..

ridho MU yang selalu di harapkan..

Allah,,,

Ketika ada titik akhir dalam kisah ini

hanya ikhlas yang bisa dilakukan

ketika harus terpisah karenaMU

aku rela, karena ridhoMU yang aku cari J

cinta



Cinta

Cinta memang indah
Seindah layaknya mentari pagi
Cinta juga menghangatkan sehangat sinar mentari
Tapi..
Cinta kadang terlihat gelap, buram bahkan menakutkan
Karena cinta, dapat membuat hati terluka
Membuat dunia menjadi gelap
Membuat dinia terasa sangat menakutkan
Cinta ajaib
Bisa merubah dunia, bisa merubah rasa
Bahkan bisa mengatur kehidupan
Ya itu semua karena cinta

kehilangan



kehilangan
Ketika aku tak lagi mendengar kata rindu dari bibirmu
Terluka.... 
“memang”!
Tapi apa dayanya aku?
Aku tak bisa apa apa selain terus berharap
Berharap dngan penuh harap
Menunggu dengan sebuah kesabaran
Karena aku yakin..
Di lubuk hatimu paling dalam
Masih tersimpan potongan potongan rindu
Yang mungkin sudah terkubur...
Entahlah sudah berapa dalam rindu itu terkubur..
Tapi, aku yakin dengan penuh keyakinanku
Jika nanti rindu itu kembali tumbuh
Layaknya biji buah yang tertimbun tanah
Hingga pada waktunya nanti akan tumbuh
Dan aku kembali siap untuk merawat rindu itu
Agar tetap tumbuh